Esensi Kebijakan Pangan Era Amran: Menyayangi Petani

Jakarta, 30 Mei 2018 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengadakan pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI). Hadir dalam pertemuan tersebut 221 mahasiswa dari 58 perguruan tinggi se-Indonesia dan 3 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Dalam acara tersebut Amran menyampaikan pentingnya peran serta generasi muda dalam mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045.

“Di negara ini banyak perubahan terjadi karena peran mahasiswa, gerakan mahasiswa memiliki peran penting dalam membuat perubahan. Mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian memiliki peranan penting dalam mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia 2045” ujar Amran dalam sambutannya.

“Kalau pemerintah saja yang bergerak, maka swasembada akan sulit kita capai. Kami perlu dukungan dekan dan BEM Fakultas Pertanian seluruh Indonesia untuk membantu mengawasi program kami”, tegas Amran.

Amran menerima banyak masukan dari para mahasiswa dalam diskusi yang berlangsung hampir 2 jam tersebut. Para mahasiswa mengapresiasi program Kementerian Pertanian. Mereka mengapresiasi program UPSUS, SIWAB, mekanisasi pertanian, serta capaian kinerja pertanian. Mahasiswa juga mengapresiasi ekspor yang telah dilakukan oleh Kementan.

“Kita sudah ekspor, naik 24%, ini prestasi dalam 10 tahun tertinggi” ujar Mentan.

Mentan juga menyampaikan bahwa selama ini banyak informasi yang tidak pas, informasi yang tidak utuh, sehingga yang terinformasi tidak seperti yang kita lakukan. Untuk itulah kita perlu melibatkan mahasiswa untuk pengawasan di lapangan” ujar Amran.

Agar capaian pertanian dapat terinfomasikan dengan baik, harus dibangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa pertanian se-Indonesia. “Kita akan membuat group komunikasi melalui aplikasi medsos supaya seluruh ide cemerlang khususnya penemuan baru dapat terinfokan” ujar Amran. “Ini semacam pendidikan non-formal bagi mereka. Mahasiswa ikut mendampingi program pemerintah, mahasiswa bisa sekaligus belajar” tambahnya.

Mahasiswa nantinya dapat mengetahui capaian, memberikan saran, sehingga terjalin komunikasi dua arah. Kurang lebih 200 orang tergabung dalam grup tersebut sebagai perwakilan dari mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Hari ini kami menandatangani MoU dengan BEM se-Indonesia, semua informasi nantinya secara terbuka akan kami berikan ke mahasiswa” ujar Amran.

Amran berpesan agar mahasiswa lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. “Saya harap mahasiswa jangan pernah ikut menyebarkan berita-berita yang tidak jelas agar selektif dalam menyebarkan berita. Mahasiswa harus memanfaatkan kecerdasan keilmuan sebagai intelektual pemuda dalam memfilter media sosial,” pungkasnya.